Kayonan Babad Bali
  Sebelumnya
   Aksara Legena  
Menu aksara Bali
  Selanjutnya

 

Yang dimaksud dengan aksara legena, ialah aksara Bali yang belum dapat pangangge suara, yaitu berupa tedung, pepet, ulu, suku, taling, taling tedung. Perlu kami tambahkan bahwa aksara Bali legena, sebenarnya sudah mengandung sandangan suara a hrasua (huruf syllabic = huruf suku kata)

Aksara legena yang terletak pada akhir kata ditulis dengan a walaupun suaranya e (pepet), misalnya:

TULISAN DISALIN BUKAN
bapa bape
amaha amahe
jemakina jemakine

 

Aksara legena pada awalan: ka, ma, maka, kuma, para dan lain sebagainya ditulis dengan a, misalnya:

TULISAN DISALIN BUKAN
katulis ketulis
majalan mejalan
makasisia makesisia
kumanyama kumenyama

 

Aksara legena yang bersuara (a) pada suku awal kata dasar bersuku tiga ditulis dengan e, misalnya

TULISAN DISALIN BUKAN
segara sagara
panegara panagara / penegara

 

Dui purwa juga ditulis dengan e misalnya:

TULISAN DISALIN BUKAN
tetajen tatajen
matetulupan matatulupan

 

Juga tambahan awal yang lain (kata depan) yang bersuara legena, ditulis dengan a, misalnya:

TULISAN DISALIN BUKAN
ba duur be duur
ba delod be delod
ba dangin be dangin

 

 

 

  Menu aksara Bali Kembali ke atas Sebelumnya Selanjutnya