Dui purwa berarti, aksara suku kata yang di muka di
dua kalikan, seperti:
suku kata terdepan adalah
kalau di-dwipurwa- kan menjadi:
dan bukan
juga bukan
Contoh-contoh lainnya:
dan lain sebagainya.
Dui wasana
Dui wasana berarti suku kata yang di belakang di-duakali-kan.
Dui wasana itu pada umumnya mendapat awalan pa atau ka.
Kata keber, ketog, kecos, ketel, adalah pokok kata yang
kedua dari kata: ber, tog, cos, tel (tiruan bunyi).