Menjelang dewasa, beliau meninggalkan ayahnda angkatnya di Telengan, Kiyai Padang Subadra untuk bergabung dengan I Gusti Ngurah Sidemen di Singaraja. Beliau menikah diam-diam dengan putri I Gusti Ngurah Sidemen yang bernama Gusti Ayu Meranggi dan lari ke Desa Bakas, dikaruniai 4 orang putra.