Gelung biasa / sanggul (rambut ditata sesuai perhiasannya)
Baju / kebaya
Sesenteng
Wastra
Sabuk / stagen
Alas kaki (optional)
Apabila tanpa Baju, sesenteng (kemben) dan sabuk menutup dada,
kemben (pengertian umum) selendang yang menutup dada. Bagi
pria tanpa baju kampuh sampai menutup dada.
Busana Madya
(sedang)
Untuk Pria
Untuk Wanita
Baju
Kampuh + umpal
Kain panjang
Sabuk
Alas kaki (optional)
Atau:
Destar
Selempot
Kain panjang
Sabuk
Alas kaki (optional)
Baju / kebaya
Kain / wastra
Sesenteng
Sabuk / stagen
Alas kaki (optional)
Busana Alit
Untuk Pria
Untuk Wanita
Baju (optional)
Selempot
Wastra
Sabuk
Alas kaki (optional)
Baju (tidak harus kebaya)
Kain
Sesenteng
Sabuk / stagen
Alas kaki (optional)
Bagi wanita kalau tidak memakai baju, harus memakai sesenteng.
Anak- anak di bawah umur, tidak terikat dengan ketentuan di
atas.
Susunan penggunaan
busana daerah / adat Bali
Payas gede/ agung : dipergunakan oleh manggala/ pangarep
yang diupacarakan di dalam pelaksanaan upacara manusa
yadnya yang dianggap utama, dan sebagai Yajamana pada
upacara yang lain.
Busana jangkep/ lengkap : dipergunakan di dalam upacara
yadnya dan di dalam hubungan hormat menghormati.
Busana madya/ sedang dan busana alit/ sederhana: dipergunakan
untuk/ di dalam suasana kesopanan dan kerja.
Bagi pemakai yang mengkaitkan dengan daerah dapat memakainya
pada tempat dan suasana yang dianggap perlu.
Catatan:
Warna pakaian termasuk destar di dalam upacara
persembahyangan tidak terikat.
Khusus untuk destar warna putih hanya boleh dipergunakan
dalam upacara yadnya.
Pemakaian destar di dalam persembahyangan pada dasarnya
tidak dibuka.
Tentang busana umat Hindu di luar Bali disesuaikan
dengan keadaan setempat.