POKOK POKOKAJARAN HINDU DHARMA
 
Kitab Suci dan Maha Resi
Kitab Suci

Kitab suci agama Hindu disebut Weda. Adapun kata Weda ini berasal dari bahasa Sanskerta dari akar kata "Wid" berkembang menjadi kata WEDA atau WIDYA yang berarti pengetahuan. Sebagai kitab suci kata Weda mengandung pengertian himpunan ilmu pengetahuan suci yang bersumber dari Sang Hyang Widhi Wasa diterima atau didengar oleh para Maha Resi dalam keadaan samadhi. Oleh karena itu disebut juga Sruti yang berarti Sabda suci yang didengar (wahyu). Jadi Weda merupakan himpunan wahyu- wahyu Tuhan.

  Weda Sruti:
 


Weda Sruti yaitu Weda dalam bentuk himpunan wahyu (Sruti), disebut juga Weda Samhita terdiri dari:

No. Nama Dihimpun oleh Kelompok
1 Rig Weda Maha Resi Pulaha Catur Weda
2 Yajur Weda Maha Resi Waisampayana
3 Sama Weda Maha Resi Jaimini.
4 Atharwa Weda Maha Resi Sumantu.
       
5 Bhagavad-Gita Maha Resi Byasa. Pancamo Weda.

 

  Weda Smrti:
 
Weda Smrti yaitu tafsir dari Weda Sruti, disusun dengan maksud mempermudah mempelajarinya, terdiri dari dua kelompok yaitu:
No. Kitab Isinya Kelompok
1 Siksa ilmu tentang phonetics Wedangga
2 Wyakarana ilmu tata bahasa
3 Chanda pengetahuan tentang lagu
4 Nirukta pengetahuan tentang sinonim dan akronim
5 Jyotisa ilmu astronomi
6 Kalpa tentang ritual
       
1 Itihasa ceritera- ceritera kepahlawanan (epos) terdiri dari Mahabarata dan Ramayana Upaweda
2 Purana himpunan ceritera- ceritera (mirip sejarah) tentang peristiwa- peristiwa tertentu dan tentang tradisi.
3 Arthasastra pengetahuan tentang pemerintahan.
4 Ayurweda ilmu obat- obatan.
5 Gandarwa Weda ilmu tentang seni
6 Sarasamuçcaya dan Slokantara tentang etika dan tata susila.
 
Resi / Maha Resi
  Resi adalah orang yang atas usahanya melakukan tapa brata yoga samadhi, memiliki kesucian, terpilih oleh Tuhan, dapat menghubungkan diri dengan Tuhan, sehingga dengan kuasa- Nya dapat melihat hal yang sudah lampau, sekarang, dan yang akan datang, serta dapat menerima wahyu (Sruti). Istilah Resi sebenarnya tidak sama artinya dengan Pendeta, namun kadang- kadang diartikan sama, seperti terdapat di beberapa daerah. Untuk membedakan pengertian Resi sebagai Pendeta dan Resi sebagai Nabi, maka dipakailah istilah Maha Resi untuk menyatakan Resi sebagai Nabi.
 
Swayambhu Bharadwaja Wrhaspati Krtyaya Sandhyaya
Agastya Wasistha Tridhatu Gotama Wajrasrawa
Grtsamada Kanwa Trinawindhu Aryadatta Dharma
Wiswamitra Narayana Usana Somayana Parasara
Warmadewa Prajapati Tryaguna Rutsa Byasa
Atri Hiranyagarbha Dhananjaya Sakri  
         
  Maha Resi Byasa beserta murid- muridnya terkenal karena karyanya membukukan (kodifikasi) kitab- kitab Weda, sehingga terhimpunlah kitab Catur Weda.
 

Avatara

 

Awatara adalah perwujudan Sang Hyang Widhi turun ke dunia untuk karya penyelamatan terutama pada saat dharma mengalami tantangan dan saat- saat adharma mulai merajalela. Bedanya dengan Maha Resi ialah bahwa Awatara itu adalah perwujudan Hyang Widhi yang turun ke dunia, sedangkan Maha Resi adalah manusia terpilih karena dapat meningkatkan jiwanya ke kesempurnaan sehingga dapat menerima wahyu. Dalam Wisnu Purana dikenal sepuluh perwujudan Sang Hyang Widhi Wasa dalam penyelamatan dunia ialah:

 
Awatara

Adalah Sanghyang Widhi Wasa turun ke bumi berwujud:

1 Matsya Awatara Ikan yang maha besar
2 Kurma Awatara Kura-kura (penyu) raksasa
3 Waraha Awatara Badak Agung
4 Narasingha Awatara manusia berkepala Singa, membunuh Raja Hirania Kasipu sebagai tokoh Adharma saat itu.
5 Wamana Awatara Orang Kerdil yang membunuh Raja Bali sebagai tokoh Adharma.
6 Rama Parasu Awatara Pandita yang selalu membawa kampak, memberi kesadaran kepada para kesatria untuk mengendalikan Dharma atau kepemimpinan dengan sebaik- baiknya.
7 Rama Awatara putra Prabu Dasarata, guna membela dharma melawan adharma yang dipimpin oleh Rawana yang pasukannya terbasmi.
8 Krisna Awatara sebagai putra Prabu Wasudewa dengan Dewi Dewaki menghancurkan Raja Kangsa dan Jarasanda golongan adharma pada saat itu.
9 Budha Awatara sebagai putra Prabu Sudodana dengan Dewi Maya bertugas menyadarkan umat manusia, agar bebas dari penderitaan melalui jalan tengah di antara delapan cakram (putaran hidup).
10 Kalki Awatara. penunggang kuda putih dengan membawa pedang terhunus dan akan membasmi makhluk yang adharma. Awatara ini adalah yang ke-10,
Menurut keyakinan kita beliau akan datang nanti bila adharma sudah betul- betul merajalela.