Canang Sari - Dharmawacana
Topik sebelumnya  Topik selanjutnya
Ida Pandita Nabe Sri Bhagawan Dwija Warsa Nawa Sandhi
 
Tentang: DASAMALA
 
20 Agustus 2003

Rekan Yth.

Om Swastiastu,

DASA MALA. Dasa artinya sepuluh; mala artinya keburukan. Jadi dasa mala adalah sepuluh keburukan.

Menurut Upanisad, dasa mala adalah sepuluh sifat-sifat manusia yang buruk dan yang patut dihindari dalam upaya menumbuh kembangkan kesucian dan keluhuran budi, yaitu:

DASAMALA

1 tandri malas
2 kleda suka menunda-nunda
3 teja pikiran gelap
4 kulina sombong,suka menghina/ menyakiti hati orang
5 kuhaka keras kepala
6 metraya sombong dan berbohong/ melebih-lebihkan
7 megata kejam
8 ragastri suka berzina
9 bhaksa bhuwana suka membuat orang lain melarat
10 kimburu senang menipu

Selanjutnya masih ada kelompok-kelompok sifat negatif lainnya misalnya Sad ripu, Sapta timira, Tri mala, Sad atatayi, dll.

SAD RIPU adalah enam musuh yang ada dalam diri setiap manusia perlu diwaspadai dan dikendalikan: Kama (nafsu), Lobha (rakus), Kroda (marah), Mada (tidak sadar), Moha (sombong/ angkuh), Matsarya (cemburu, dengki, irihati).

SAPTA TIMIRA: Surupa (sombong karena cantik/ ganteng), Dana (sombong karena kaya), Guna (sombong karena pandai), Kulina (sombong, suka menghina/ menyakiti hati orang), Yowana (sombong karena remaja), Kasuran (sombong karena menang), Sura (mabuk/ tidak sadarkan diri karena makanan/ minuman yang berlebihan).

SAPTA TIMIRA

1 Surupa sombong karena cantik/ ganteng
2 Dana sombong karena kaya
3 Guna sombong karena pandai
4 Kulina sombong, suka menghina/ menyakiti hati orang
5 Yowana sombong karena remaja
6 Kasuran sombong karena menang
7 Sura mabuk/ tidak sadarkan diri karena makanan/ minuman yang berlebihan

TRI MALA: Kasmala (perbuatan hina/ kotor), Mada dan Moha (lihat di atas).

SAD ATATAYI: enam perbuatan kejam: Agnida (membakar milik orang lain), Wisada (meracuni orang), Atharwa (praktik ilmu hitam), Sastragna (mengamuk/ merampok), Drati karana (memperkosa atau merendahkan derajat orang lain), Raja pisuna (memfitnah).

CUNTAKA atau di Bali disebut SEBEL (Sebel kandel artinya lebih menguatkan atau bisa diartikan: sangat sebel) mengacu pada Keputusan Seminar Kesatuan Tafsir Thdp Aspek-aspek agama Hindu yang disyahkan PHDI adalah: Suatu keadaan tidak suci menurut pandangan Agama Hindu yang disebabkan karena:

Penyebabnya Ruang Lingkupnya Batas waktu berakhirnya cuntaka
1 Kematian keluarga dekat sampai mindon, orang yang ikut melayat, alat-alat yang digunakan dalam upacara kematian. sesuai dengan sastra dan loka dresta.
2 Menstruasi dirinya sendiri, kamar tidur dan makanan yang dimasak atau benda yang disentuh. selama mengeluarkan kotoran.
3 Melahirkan anak. dirinya sendiri, rumah, suami, dan anak yang baru lahir. istri = 42 hari, suami dan rumah sampai bayi kepus puser, anak sampai diupacarai bajang colong.
4 Keguguran kandungan dirinya sendiri, suami, rumah semuanya 42 hari
5 Pawiwahan suami istri, kamar tidur. sampai upacara mabeakala.
6 Gamia-gamana diri mereka, desa adat diceraikan
7 Salah timpal dirinya sendiri, desa adat. pecaruan desa.
8 Hamil diluar nikah. diri sendiri dan kamar tidur. dinikahkan
9 Berzina diri sendiri dan kamar tidur. dinikahkan
10 Bayi lahir di mana ayah-ibunya belum/ tidak menikah. ibu, anak, rumah sampai ada orang yang mengadopsi/ meras anak itu.
11 Sakit gede (lepra, aids). diri sendiri dan benda-benda yang disentuh. sampai sembuh

Catatan:

  1. Yang dimaksud dengan gamia-gamana, bila ada ayah mengawini anak gadisnya atau anak laki-laki mengawini ibu kandungnya.
  2. Yang dimaksud dengan salah timpal bila ada manusia bersenggama dengan binatang.
  3. Setiap selesai cuntaka agar melakukan upacara (ritual) penyucian menurut keyakinan masing-msing misalnya maprayascita, malukat, mejaya-jaya, dll.
  4. Orang semestinya menjaga agar dirinya tidak kena imbas dari orang yang cuntaka.

Om Santi, Santi, Santi, Om....

 
 
Ida Pandita Nabe Sri Bhagawan Dwija Warsa Nawa Sandhi
Geria Tamansari Lingga Ashrama
Jalan Pantai Lingga, Banyuasri, Singaraja, Bali
Telpon: 0362-22113, 0362-27010. HP. 081-797-1986-4