Kembali ke kayonan
Canang Sari - Dharmawacana
Ida Pandita Nabe Sri Bhagawan Dwija Warsa Nawa Sandhi
 
Tentang: PRAMANA
46
14 Agustus 2003

Rekan Yth.

Om Swastiastu,

Dalam kamus bahasa Kawi "Pramana" antara lain berarti: "tahu akan" Jadi dalam konteks "Agama Pramana" dapat diartikan bahwa manusia tahu akan Tuhan (Hyang Widhi) karena mempelajari kitab-kitab Agama. Dalam proses belajar seseorang menerima banyak statemen antara lain dari Veda Smrti, dan Upanisad yang keduanya merupakan ulasan atau penjelasan terhadap Veda Sruti (Wahyu Hyang Widhi). Kesimpulan yang menumbuhkan keyakinan dan kepercayaan terhadap Hyang Widhi (Anumana) akan dimulai dari proses olah pikiran dari statemen-statemen itu serta pengamatan-pengamatan lain seperti yang disebutkan dalam Pratyaksa, dan Upamana Pramana. Jadi keempat Pramana itu sebenarnya berkaitan, atau dengan kata lain seseorang yang ingin mempunyai keyakinan/ kepercayaan yang kuat kepada Hyang Widhi, ia tidak bisa hanya menggunakan satu Pramana saja, harus keempatnya, namun boleh dimulai dari salah satu pramana, kemudian dikembangkan ke pramana lainnya sesuai dengan kemampuan oleh pikir masing-masing.

  1. Veda adalah wahyu Hyang Widhi yang diterima secara langsung oleh para Maha Rsi, oleh karena itu dinamakan "Sruti". Dalam kaitan arti "Pramana" maka veda dapat dikatakan sebagai petunjuk agar manusia "Tahu akan" Hyang Widhi. Veda yang diterima itu kemudian dikembangkan kepada umat manusia antara lain dalam bentuk Smrti dan Upanisad dengan tujuan agar manusia "tahu akan" dan selanjutnya "percaya akan" Hyang Widhi, di mana kepercayaan ini dapat menuntun manusia kejalan dharma.

  2. Panca Srada bersumber dari Veda, termasuk Upanisad atau Vedanta, maka ia merupakan tuntunan ke arah "percaya akan" Hyang Widhi.

  3. Panca Srada diawali dengan "Widhi Tattwa" yaitu percaya akan kemaha-kuasaan Hyang Widhi, kemudian diteruskan dengan kepercayaan-kepercayaan terhadap: Atma, Karma-phala, Punarbhawa, dan Moksa. Tanpa percaya dengan Hyang Widhi tidak mungkin bisa percaya kepada Atma, Karma-phala, Punarbhawa dan Moksa. Jadi singkatnya benar seperti yang anda katakan bahwa dasarnya "Eka Srada": Widhi Tattwa, kemudian berkembang ke Srada-srada yang lainnya.

  4. Pertanyaan tentang ciri khas agama Hindu yang membedakannya dengan agama-agama lain sulit saya jawab karena saya tidak terlalu mendalami ajaran agama-agama lain walaupun sekilas saya pernah membaca Injil dan Kur'an, tetapi kitab suci agama yang lain belum pernah saya baca sama sekali. Jawaban saya baru berkwalifikasi "mungkin" bahwa yang merupakan ciri khas agama Hindu adalah srada tentang Karma-phala dan Punarbhawa (re-inkarnasi). Tetapi agama Budha juga "mungkin" mempunyai itu. Nah tentu saja rekan-rekan lain yang lebih mengetahui dapat membantu menjawab pertanyaan nomor 4 ini.

Om Santi, Santi, Santi, Om....

 
Kembali ke Hindu Dharma
 
Ida Pandita Nabe Sri Bhagawan Dwija Warsa Nawa Sandhi
Geria Tamansari Lingga Ashrama
Jalan Pantai Lingga, Banyuasri, Singaraja, Bali
Telpon: 0362-22113, 0362-27010. HP. 081-797-1986-4