Babad Bandesa Manik Mas
 

Isi Singkat Babad Bandesa Manik Mas

I Gede Bandesa Manik Mas di Banjar Wani Tegeh, Jembrana memperoleh Anugrah Wasiat dari Ida I Dayu Swabawa, di Pulaki, antara lain Canting Mas, Sewer Mas, Sulambang Gni, Pasupati Racana. I Bandesa Manik Mas, sekeluarga dengan Mas Sepur dan Mas Wilis di Majapahit. Riwayat raja Gelgel menyerang Jawa di bawah pimpinan Kryan Ularan, ikut serta Pangeran Pasek, dan Pangeran Gede Bandesa, Pasuruhan dapat dikalahkan. Dalem murka kepada Kryan Ularan, dan mengusir Kryan Ularan dari Gelgel. I Pangeran Pasek dipersatukan dengan I Gede Bandesa Manik Mas dan bermukim di Gelgel bernama Jro Kuta. Raja Gelgel didampingi oleh pemuka-pemuka para Arya, Pasek, Pulasari. Tercatat keturunan dari I Pangeran Pasek Gelgel , I Gede Bandesa Gelgel berputra dua orang Pangeran Desa Gelgel, dan I Pangeran Manik Mas. Tersebut suatu pertentangan antara Klungkung dengan Karangasem. Dalem ditawan di desa Galiran (Karangasem). Terjadi perpindahan Keturunan Pasek Bandesa, dan keturunan I Bandesa Manik Mas pada desa-desa di Bali. Anugrah berupa ilmu wasiat Peranda Sakti Dwijendra kepada I Bandesa Mas turun-temurun. Putra Bandesa Mas menjadi istri Pedanda Wawu Rawuh melahirkan Ida Mas. Dibangun pura Pule yang harus di "huyu" oleh keturunan Bandesa Mas. Nasihat Danghyang Dwijendra kepada Raja Bali dengan Widisastranya. Dilanjutkan dengan berbagai jenis sajen- sajen selamatan perkawinan, selamatan hamil, bayi dan lain-lain.

Nama/ Judul Babad :
Babad Bandesa Manik Mas
Nomor/ kode :
Va 2102/3 Gedong Kirtya,
Koleksi :
Gedong Kirtya
Alamat :
Singaraja.
Bahasa :
Jawa Kuna.
Huruf :
Bali.
Jumlah halaman :
17 lembar (1b s.d. 17a).
Ditulis oleh :
 
Colophon/ Tahun :
 
Kalimat awal :
Om Awignam - astu Nama Sidiam.
Kalimat akhir :
Puput sampun sinurat Widi Widana.