Canang Sari - Dharmawacana
Topik sebelumnya  Topik selanjutnya
Ida Pandita Nabe Sri Bhagawan Dwija Warsa Nawa Sandhi
 
Tentang: ANTI TAJEN
 
25 Juli 2003

Om Swastiastu,

Terima kasih GENTA sudah mengirim brosur ke saya. Salut atas perjuangannya. Kami di PHDI Buleleng juga melakukan hal yang sama. Untungnya Kapolres tegas dan banyak bebotoh sudah diproses secara hukum walaupun pernah ada demo dari grup bebotoh, Kapolres jalan terus.

Sekarang yang bikin kita uring-uringan adanya buku berjudul: "Tajen, ilmu dan doanya" ditulis oleh MD Suparta, diterbitkan oleh TB Ganda Pura. Saya dapat info dari bapak Made Mustika. Saya baca, dan yakin nama penulis dan penerbitnya palsu karena di halaman dalam namanya menjadi Mr.Soeprapto, tanpa alamat. Demikian pula nama penerbitnya mungkin palsu juga tanpa alamat. Isinya benar-benar keterlaluan karena terang-terangan menantang hukum, selain itu ayat-ayat suci dari Bhagawadgita, Atharwa weda, bahkan Mantram Gayatri dibelokkan ke arah permohonan agar menang berjudi (tajen). Ini sudah pelecehan Hindu lebih serius dari kasus tatto Ongkara di bokong turis bule tahun 2001. Kita sedang menghubungi si penulis melalui surat pembaca Bali Post, mudah-mudahan mau menghubungi PHDI Buleleng, agar bisa bertatap muka, ingin tahu apa sih maunya. Tindakan selanjutnya masih dipikirkan.

Tolong GENTA membantu kami. Ada juga kaset lagu anak-anak: Bali Famili produksi Maharani Record/ Rick's record dengan judul "Dadong dauh". Coba simak lirik bait keduanya: "Cai Ketut matetajen kangin, papak punang botoh, tetajene kelangkung ramene, cai Ketut megelar abangsit, menang duang tali-menang duang tali, tetajene suba suud". Setahu saya itu lagu lama, namun apa ya cocok dengan zaman sekarang, apalagi ditanamkan dalam benak anak-anak dalam bentuk lagu berirama pop. Kemudian bagaimana sikap kita pada lukisan dan patung kayu dari Ubud yang melukiskan ayam-ayam sedang bertarung mati-matian, sementara penontonnya bersorak riuh kegembiraan? Pantaslah dikatakan salah satu budaya Bali yang terkenal dan diminati wisatawan adalah Judi/ Tajen.

Nah PR kita cukup berat; tolong rekan-rekan kumpulkan ide bagaimana strategi kita mensukseskan GENTA.

Om Santi, Santi, Santi, Om.....

 

catatan kelian: GENTA adalah Gerakan Anti Tajen dan Asusila, gerakan spontanitas yang tumbuh dari HDNet sebagai reaksi atas maraknya judi Tajen dan pelanggaran susila di Bali. Mari kita dukung bersama!

 
 
Ida Pandita Nabe Sri Bhagawan Dwija Warsa Nawa Sandhi
Geria Tamansari Lingga Ashrama
Jalan Pantai Lingga, Banyuasri, Singaraja, Bali
Telpon: 0362-22113, 0362-27010. HP. 081-797-1986-4