|
Dengan segala kerendahan hati kami persembahkan buku
RAJA PURANA PANGANDIKA RING GUNUNG AGUNG ini kepada
khalayak rarnai - karena tidak kesempumaan hasil terjemahan
yang dapat kami sajikan. Kami sudah berusaha dengan
segala cara untuk menernukan makna sejumlah kata-kata,
narnun kami sendiri tidak puas dengan apa yang kami
peroleh baik karena istilah itu sudah tidak terpakai
lagi pada dewasa ini, tetapi pula bentuk katanya yang
sangat meragukan kami, namun semua naskah memuat seperti
itu.
Dalam penerbitan ini kami mengambil naskah rontal
milik I Dewa Wayan Pucangan dari Jero Kangin Sidemen,
Karangasem (A). Di samping itu pula ada tiga buah
naskah lain yang kami pergunakan untuk bandingan jika
terdapat keragu-raguan kami akan sebuah kata. Naskah-naskah
itu ialah: naskah yang ada terjemahannya oleh I Gusti
Putu Jiwa (B), naskah lontar No. 958 b Kantor Wilayah
Departemen Agama Propinsi Bali (C) dan naskah lontar
No. 1341 Gedong Kertya Singaraja (D). Di samping kelompok
keempat naskah tersebut yang mempunyai isi yang sama
terdapat pula naskah yang lain dengan judul RAJA PURANA
No. 1531 Kertya dan naskah dengan judul PIAGEM PURA
BESAKIH, memuat isi yang berbeda dengan kelompok Naskah
terdahulu, tidak kami pergunakan dalam penerbitan
ini. Mengenai keempat buah naskah tersebut dapat kami
sampaikan bahwa pada dasarnya mempunyai isi yang sama,
tetapi tentang panjang naskah kelompok A dan B mempunyai
panjang yang sama, sedang kelompok C dan B panjangnya
lebih dari Kelompok A dan B sebanyak kurang lebih
dua halaman folio ketik. Tetapi setelah kami periksa
ternyata tambahan itu tidak mernuat hal yang baru,
hanyalah merupakan pengulangan dari beberapa alinea
yang sudah disebutkan dalam halaman-halaman terlebih
dahulu, dengan mengambil sebuah alinea yang berisi
kutukan kepada mereka yang ingkar akan kewajibannya
terhadap Pura Besakih. Dengan demikian dimaksud agar
Raja Purana tersebut berbentuk satu kesatuan karangan,
padahal jika melihat sistem penulisannya mengambil
bentuk 'pangeling-ngeling'- Catatan - catatan tentang
sesuatu tugas dan kewajiban yang harus dilaksanakan
dalam upacara-upacara tertentu.
Penerbitan ini hanyalah dimaksudkan
untuk memberi gambaran kepada masyarakat umum bagaimana'
cara, pengaturan upacara - upacara yang dilaksanakan
di Pura Besakih pada masa penulisan Raja Purana ini,
tentang laba pura, dan tentang banten yang dipersembahkan
pada upacara - upacara yang ditentukan. Akhirnya ucapan
terima kasih kami kepada semua pihak yang telah membantu
penerbitan ini baik berupa saran, buah pikiran dan
informasi - informasi akan hal-hal yang sulit kami
ternukan terutama Peranda Istri Mas dari Geria Budakeling
Karangasern, I. G. Ayu Mas Putra dan lain-lainnya.
Sekali lagi semoga khalayak rarnai
dapat memaafkan kekurang sempurnaan penerbitan ini
dan tegur sapa dalam rangka penyempurnaan. penerbitan
ini sangat kami harapkan.
Denpasar 10 Januari 1987.
|